Tanpa perlu mencari

 

Aku ingin cinta
Seperti bumi kepada langit
Langit kepada bumi
Seperti puisi terisi bait
Bait dalam puisi

Cinta yang memberi
Cinta yang menerima
Yang tak peduli berapa jumlahnya
Yang peduli akan sarat maknanya

Aku ingin cinta
Seperti keluarga langit
Kata Bapak Sabari bercerita
Dalam novel Ayah karya Hirata
Seperti kopi pahit
Para pujangga senja
sebagai penikmat yang penuh puji-puja

Kau merasa yang paling diuji
Padahal belum saja kau mencoba
Direbut kawan sendiri
Kau baru tahu rasa!

Cobalah katakan
Tanpa harus bohongi perasaan
Cobalah menerima tanpa melawan
Hentikan ego yang tumbuh berlebihan

Nikmatilah dimana tempat ia berada
Tanpa peduli soal rasa
Karena apa-apa yang ada
Telah merasuk dalam relung jiwa

Cinta tak perlu cari ia dimana
Sejatinya ia bertebaran
Di muka dunia dan semesta
Suka cita kebaikan yang menawan

Kau pernah tanya padaku soal mimpi
Tapi kau tak pernah berhenti sembunyi
Tentang apa yang membuatmu berseri
Bagaimana isi hatimu terisi
Dan segala hal bahagia hingga detik ini

Bagaimana setiap hari
Penuh makna berarti
Yang kau sisipkan dalam hati
Bagian inti

Tapi tanpa janji kita bertemu
Mengulur waktu yang tak tentu
Malah bertemu tanpa kesengajaan
Mengakuinya sebatas kebetulan

Suatu hari
Kupercaya nanti
Bertemu kembali
Adalah suatu jawaban pasti

Tanpa seperti
apalagi yang pernahku bandingkan
Tanpa seperti
apalagi yang pernahku harapkan
Tanpa seperti
yang belum sempat diungkapkan
Tanpa seperti
dimana aku akan berhenti mencari
Bahwa apa-apa yang ada
Hanya perlu saling peduli
dan mengerti
Bahwa sejatinya cinta
adalah cinta itu sendiri

-bd, Maret 25. Tahun '21.

Komentar

Postingan Populer