Tulisan "T"

Takbir telah terdengar. Teteh terbangun. Terpampang tanggal, tanda tenggat tagihan. Takwim terabaikan.

Teteh terus tata tempat tidur. Teteh tekan tombol televisi. Terlihat televisi telah tayangkan tontonan tayo. Tontonan teruntuk toddler. Teteh tekan tombol terus, terus, terus.. televisi tayangkan tausiyah. Teteh terbiasa tonton tausiyah.  Teteh teratur tonton tausiyah, takut tertinggal. "Tausiyah timbulkan tabiat terbaik terus tambah taat" tutur teteh. Terus teteh teriak-teriak. "Tiaraaa!!" Teriak teteh terpisah tempat tidur, terpisah tembok tiga tonggak. 

"Tolong tiup tongkat terbakar",teriak Teteh. Teteh teriak-teriak takut Tiara tertidur terlepas tunaikan tunduk taatnya terhadap Tuhan. Terang telah terlihat. Terang terpampang, Teteh terus teriak-teriakan. Teteh tirukan tikus terjepit. Tiara tak turun tempat tidur. Tubuh Tiara tak tangkas tunjukkan tenaga. Teteh timpuk Tiara. Teralihkan terkena tirai tutupan tempat tidurnya. Tali tambang terkait tirai teratas terurai terus terkena tubuh Tiara. Tirainya tolak tertutup terus. Tiara terganggu. "Tar tehhh, Tunggu!", Tura Tiara. Tiara terbangun. Terang tingkap telah terpampang telanjang. Tiara tertegun. "Telaaaat!" 

"Tilem turu, tilem turu. Tekuk tarangmu,Tiara.", tutur Teteh.  Tiara terbirit. Telah terlihat terbit terang terus terusan terang-terangan teriak "Tiara Telat". Tiara terkesiap teringat titah teteh. Tiara tetap teruskan titah teteh. Tiara takut terkena tikam teteh. Takut tak terima tabungan tunai. Terlihat tiara terbirit, Teteh tertawa. Tiara tuju tenggarung. Tiara terus tiup tungku. Tungku telah terbakar. Teteh tiup tungku. Tiara teruskan tiupan Teteh. Tiara termenung. Tiara takut telat. Transpakuan tak tunggu Tiara. Transpakuan tak toleransi terhadap Tiara. Tiara tetap terlampau terlambat. 

Tiara tiup terus tungku, terus tiup, terus tiup, tiup tungku telah terbakar. Teteh tertidur terlepas tunggu tekonya terpanaskan. Teteh tertidur tapi Tiara tidak tahu. Tiara tuju televisi. Tiara tepuk tubuh teteh. "Teh, Teteh tidur?" Teteh terkejut. "Tidak! Tuh, Telor, teh tarik, tempenya telah tersedia. Teh tariknya tidak teteh tuang tebu tumbuk." Tunjuk teteh. Telepon teteh terdengar terus. "Tuh teh, teleponnya." tutur Tiara. Teteh tekan tombol telepon, terangkat. Terdengar teriakan tetangga, Tuan Tejo. Tatapan teteh tersirat "tidak tahu". Tatapan teteh tajam. Tiara takut. "Tuk-tuk-tuk" terdengar tembok tanah terketuk. 

Tiba-tiba. . . 

Teteh teringat. Tiara terheran. Tiap tanggal tertentu, teteh terlihat terkejut. Teteh tutup teleponnya. 

"Tuman!" ,teriak teteh.

Komentar

Postingan Populer