Ibadah (Teori-Dasar)
Ibadah berarti ta'at,tunduk,hina (perendahan diri), dan pengabdian.
Tujuan Ibadah: Q.S Al-Dzariyat [51]:56
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
Ibadah mahdah adalah ibadah yang berkaitan
langsung dengan hubungan Allah sebagai Tuhan-nya dengan Manusia sebagai
hamba-Nyaibadah ghairu mahdah adalah ibadah yang berkaitan langsung manusia
dengan sesamanya, dengan hewan-hewan, dan lain sebagainya.
Jenis-jenis ibadah:
1. Ibadah hati/ ibadah qalbiyah
Rasa khauf (takut), raghbah (senang), tawakkal (ketergantungan), mahabbah (cinta), dan raja’ (mengharap)
2. ibadah lisaniyah
(lisan)
Tahmid, syukur,
takbir, tahlil, dan tasbih
3. Ibadah badan
seperti sholat dan
bekerja,
haji dan jihad.
Ubudiyyah (ibadah) yang benar berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu:
hubb(cinta), raja’ (harapan), dan khauf (takut).
Dalam Maktabah Darul
Ashaalah 1416 H oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
mengenai Al-’Ubuudiyyah,
Sebagian Salaf berkata “Siapa yang beribadah kepada Allah
dengan rasa cinta
saja, maka ia adalah zindiq (orang yang munafik, sesat, dan mulhid),
Siapa
yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja, maka
ia adalah murji’ (golongan murji’ah yang mengatakan
bahwa amal bukan bagian dari iman melainkan hanya di dalam hati), dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf,
maka ia adalah haruriy (golongan khawarij yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa
besar adalah kafir). Barangsiapa yang
beribadah kepada-Nya dengan hubb, khauf, dan raja’, maka ia adalah mukmin muwahhid.”
1. Al Baqarah
ayat 43 berisi perintah mendirikan sholat
Wa aqiimus-salaata
wa aatuz-zakaata warka'u ma'ar-raaki'iin
Artinya:
"Dan dirikanlah
sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang
rukuk."
2. Al
Baqarah ayat 183 berisi tentang
ibadah puasa
Yaa ayyuhallaziina
aamanu kutiba 'alaikumus-siyaamu kamaa kutiba 'alallaziina ming
qablikum la'allakum
tattaqun
Artinya:
"Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
3. At Taubah ayat
103 berisi tentang zakat
Khuz min amwaalihim
sadaqatan tutahhiruhum wa tuzakkiihim bihaa wa salli
'alaihim, inna
salaataka sakanul lahum, wallaahu samii'un 'aliim
Artinya:
"Ambillah zakat
dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan
dan mensucikan
mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi)
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui."
4. Al Baqarah
ayat 196 berisi tentang perintah ibadah haji dan umroh
Wa atimmul-hajja
wal-'umrata lillaah, fa in uhsirtum fa mastaisara minal-hady, wa laa
tahliqu ru'usakum
hattaa yablugal-hadyu mahillah, fa mang kaana mingkum mariidan
au bihii azam mir
ra'sihii fa fidyatum min siyaamin au sadaqatin au nusuk, fa izaa
amintum, fa man
tamatta'a bil-'umrati ilal-hajji fa mastaisara minal-hady, fa mal lam
yajid fa siyaamu
salaasati ayyaamin fil-hajji wa sab'atin izaa raja'tum, tilka
'asyaratung
kaamilah, zaalika limal lam yakun ahluhu haadiril-masjidil-haraam,
wattaqullaaha
wa'lamuu annallaaha syadiidul-'iqaab
Artinya:
"Dan
sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung
(terhalang oleh
musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah
didapat, dan jangan
kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat
penyembelihannya.
Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya
(lalu ia bercukur),
maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah
atau berkorban.
Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin
mengerjakan 'umrah
sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih)
korban yang mudah
didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau
tidak mampu), maka
wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi)
apabila kamu telah
pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian
itu (kewajiban
membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di
sekitar) Masjidil
Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan
bertakwalah kepada
Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya."
5. Surat Ad
Dzaariyaat ayat 56 perintah Allah kepada jin dan manusia agar beribadah
pada-Nya
Wa maa
khalaqtul-jinna wal-insa illaa liya'budun
Artinya:
"Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku."
Ibadah itu tidak bisa
dikatakan benar kecuali dengan
adanya dua syarat:
1.
Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
2.
Ittiba', sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Prinsip dalam melaksanakan ibadah.
1. Niat lillaahi ta’ala (Q.S. Al-Fatihah/1:5)
2. Ikhlas (Q.S. Al-
Bayinah/98:5)
3. Tidak menggunakan
perantara (Washilah) (Q.S. Al-Baqarah/2:186)
4. Dilakukan sesuai
tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah
5.
Seimbang antara dunia dan akhirat (Q.S. Al-Qashash/28: 77)
6. Tidak
berlebih-lebihan (Q.S. Al-A’raf/7:31)
7. Mudah
bukan meremehkan dan meringankan bukan mempersulit (Q.S. Al-Baqarah/2:286)
B.
Hadis-Hadis Tentang Perintah Ibadah
“Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu
melihat-Nya. jika kamu tidak
melihatNya
maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
1. Hadits yang
diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu
Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
beliau bersabda.
إِنَّ اللَّه تََعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْ لأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَ أَسُدَّ فَقْرَكَ، وَ إِنْ لاَ تَفْعَلْ مَ لأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ
فَقْرَكْ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya
kepadaKu, niscaya
Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku
penuhi kebutuhanmu.
Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan
kesibukan
[3] dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)”
2. Hadits riwayat
Imam Al-Hakim dari Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu ia berkata,
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
يَقُوْلُ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ!تَفَرَّغْ لِعِبِادَتِيْ، أَمْ لَأ قَلْبَكَ غِنَّ، وَ أَمْلأ يَدَيْكَ رِزْقَا يَاابْنَ آدَمَ! لاَ تُبَاعِدْنِي
“Rabb kalian Yang Mahasuci laga Mahatinggi berfirman, ‘Wahai
anak Adam!, fokuslah
beribadah kepadaKu ,
niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua
tanganmu dengan
rizki. Wahai anak Adam!, Jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu
dengan kefakiran dan
Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan” [5]
Dalam
hadits yang mulia ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang mulia,
Komentar
Posting Komentar