Simulasi:belajar dengan sepupu.

Aku punya saudara kecil, anaknya paman. Namanya Hasbi. Umur kami terpaut jauh. Dia belum sekolah, masih 4 tahun. Kalau kami lagi bersama, dia yang paling senang untuk minta diajarkan. Seolah-olah bermain bersamanya adalah belajar juga. Aku sebagai gurunya dan dia sebagai muridnya. Tetehnya sudah sekolah dan dia suka ikut mengaji setiap sore. Tapi, sekarang, setelah diajak ngobrol baik-baik dia mau ditinggal ibunya untuk mengantarkan tetehnya sekolah. Meskipun dirumah, dia tetap memakai sepatu dan membawa tas kemudian masuk ke kamarku. Kamar yang seolah-olah dibayangannya adalah sekolah. Setiap mulai belajar, aku selalu tanya hari ini mau belajar apa. Menyesuaikan mood nya aja. Kadang membaca, menulis, bernyanyi atau bermain di teras saja. Hitung-hitung tetap ada pelajaran olahraga dan keseniannya. Tapi, akhir-akhir ini aku suka mengajaknya bermain ABCD 5 dasar. Tujuannya supaya dia punya dan mengulang hafalan kosakata. 
"Ayo dek, kita main ABC lima dasar." 
"Ayo!" Dia yang selalu tampak excited.
"ABCD lima dasar" kata kami berdua dengan nada pelafalan yang khas. 
Jari-jari kami cukup berhenti dihuruf G. 
"Ayok, hewan, hewan apa yang punya belalai?" Tanyaku
Dia diam sejenak berpikir. "Belalai itu hidung panjang," lanjutku memberi clue.
"Hmm apa ya.." telunjuknya sambil menepuk-nepuk pipi. Terlihat sangat menggemaskan bergaya seolah ia tampak lebih serius. 
"Ga?" Aku memberi pengawalan suku kata.
"Gapu," katanya. Yang ia maksud adalah garpu. 
"Bukan.. Ga?" 
"Gajah!" Katanya membenarkan. "Lupa aku," lanjutnya.
Kemudian kami mulai lagi dari awal. Kali ini kebagian huruf C. 
"Ayo dek, sekarang C. A, B, terus C. Hewan apa yang hidup didalam tanah?" Tanyaku.
"Uyut!" Jawabnya spontan.
Lah?! Kami menyeringai tertawa. Uyut kami sudah tiada. Bisa-bisanya anak kecil ini menjawab seperti itu.
"Bener sih,tapi itu bukan hewan," kataku
"Tapi sekarang tinggalnya disana," jawabnya
"Dimana?"tanyaku lagi
"Di Bojong Koneng, tuh dikubur, dibawah."
Pemahaman dia begitu, uyut tidak ada itu berarti uyut pergi. Pergi dengan tujuan pasti itu perlu menunjukkan nama tempat. Kami tidak pernah mengajarkan atau bilang padanya kalau Bojong Koneng adalah tempat penguburan. Kami hanya selalu bilang padanya, "doain ya uyutnya." Dia pun mengangguk.
Sejujurnya, sedih kembali diingatkan tentang uyut dan kematian hanya dari lisan anak kecil yang dengan kepolosannya menjadikan ini sebagai candaan. Tapi memang lucu. Sepolos itu kepikiran dia uyutnya ada didalam tanah. 
"Cacing dek yang benar."
"Udah ayo main lagi,Teh," katanya menyegerakan.
ABCD 5 dasar..
"A,B,C,D,E,F,G," kami mengejanya dengan nada alfabet.
"H,I,J,K?" 
"L,M,N," kata kami kompak
"O?"
"P"
"Q, R?"
"C T I" jawabnya. Gelak tawaku dan Eyang yang mendengarkan jadi menggema dalam ruangan. Bisa-bisanya dia menjawab macam itu,padahal belum selesai mengeja sampai selesai.
"kok RCTI?" Tanyaku sambil menahan ketawa.
"RCTI? Ok!" Katanya sambil melingkarkan jempol dan telunjuknya. Dia membuat kami selalu tertawa.

Komentar

Postingan Populer